Deleting The Bad Data


Kenapa Kita Bisa "Move On" dari Rasa Insecure? Secara Sains, Ternyata Karena Otak Kita Pelit.

Pernah nggak sih, kalian tiba-tiba sadar kalau hal yang dulu bikin kalian nangis-nangis di pojokan, entah itu disemprot atasan, ada drama di kantor atau rumah, mungkin juga terbayang-bayang hal-hal konyol dan memalukan waktu dulu, sekarang rasanya biasa aja? Kalau diingat-ingat lagi, alih-alih dada sesak, kalian malah ngebatin, "Dulu kenapa aku alay banget, ya?"

Banyak yang bilang itu namanya healing. Atau proses pendewasaan. Atau mungkin berkat kekuatan afirmasi positif dan journaling pakai buku bersampul kulit yang harganya mahal itu.

Halah.

Secara biologis, alasan kenapa kalian bisa move on dan berhenti insecure itu jauh lebih tidak romantis: otak kalian itu pelit dan benci pemborosan.

Mari kita bicara sains sebentar, tapi pakai bahasa tongkrongan yoook!

Otak: Server Boros yang Butuh Efisiensi

Otak kita itu ukurannya cuma sekitar 2% dari total berat badan, tapi dia merampok 20% dari jatah kalori harian kita. Ibaratnya, dia ini anak kos yang kamarnya paling kecil tapi tagihan listriknya paling mahal karena nyalain AC 24 jam. Karena sadar dirinya boros, otak berevolusi menjadi manajer operasional yang sangat kejam terhadap inefisiensi.

Setiap kali kalian overthinking, merasa insecure, atau memutar ulang memori kegagalan masa lalu, otak harus mengirimkan aliran listrik lewat jalur saraf (sinapsis). Kalau kalian mikirin hal itu terus-terusan, otak bakal mikir, "Waduh, program ini jalan terus di background, nyedot baterai banyak banget tapi nggak ngasilin solusi apa-apa."

Kenalkan, Microglia Si Pasukan Kuning

Di dalam kepala kita, ada sel-sel yang namanya Microglia. Tugas mereka persis kayak admin grup WhatsApp emak-emak yang rajin nge-kick anggota pasif, atau seperti fitur garbage collection di sistem komputer yang rutin menghapus cache dan file sampah.

Nah, kalau kalian mulai membiasakan diri untuk secara sadar tidak menanggapi pikiran negatif. Misalnya, saat insecure muncul, kalian milih bodo amat dan mengalihkan fokus buat ngerjain hal lain, maka jalur saraf insecure itu bakal sepi dari aliran listrik.

Si Microglia ini lalu bakal patroli dan melihat, "Wah, jalan tol overthinking ini udah sebulan nggak dilewati kendaraan listrik. Daripada bayar biaya perawatan terus-terusan, mending dihancurkan saja." Secara harfiah, sel-sel ini akan memakan dan memutus koneksi fisik di otak kalian. Proses ini namanya Synaptic Pruning. Jadi, berhenti merasa insecure itu bukan cuma soal ikhlas, tapi murni soal pembongkaran infrastruktur saraf yang udah nggak nguntungin.

Menghapus Bobot Emosi, Bukan Amnesia

Satu hal yang perlu dicatat: synaptic pruning ini nggak bikin kalian amnesia. Kalian tetap ingat kejadian memalukan saat salah kirim file laporan, atau drama saat suvenir acara kurang dari jumlah semestinya. Memorinya tetap ada (datanya nggak kehapus), tapi bobot emosinya di-reset jadi nol.

Kabel yang menghubungkan memori tersebut dengan kelenjar air mata dan asam lambung udah digunting sama Microglia. Hasilnya? Kalian bisa melihat kegagalan masa lalu secara objektif, sedatar melihat brosur sedot WC di tiang listrik. Memorinya hanya jadi arsip mati, bukan lagi ancaman.

Cara Mempercepat Pembuangan "Bad Data"

Jadi, kalau kalian mau cepat membuang bad data berupa rasa insecure, trauma kecil kerjaan, atau pikiran negatif lainnya, rumusnya cuma satu: jangan kasih makan jalur sarafnya. Starve the loop.

Setiap kali hasrat untuk overthinking itu muncul, jangan dilawan. Kalau dianalisis dan dilawan, kalian malah ngirim suplai listrik ke sana. Cukup disadari aja keberadaannya, lalu segera alihkan fokus. Seduh kopi kek, beres-beres meja kek, atau lanjut kerja. Biarkan jalur insecure itu mati kelaparan, dan biarkan Microglia yang mengurus pemakamannya.

Pada akhirnya, bahagia dan pikiran yang tenang itu bukan sekadar soal merubah mindset biar estetik. Kadang, itu murni soal pintar-pintarnya kita menghemat baterai di kepala.

Sedikit Disclaimer. Tau ga ide nulis ini darimana? Aku cerita sedikit ya.

Kalian pasti familiar dengan tulisan menye-menye di blog ini. Yap, sering banget akutu cerita soal aku yang selalu gagal dan tetep aja selalu mencoba untuk bangkit. Terus karena kemaren ada kegagalan lagi dalam hidupku, akunya jadi mikir, "Kenapa hidupku gagal terus ya perasaan?" Lalu ga ada angin dan hujan ada video singkat di X yang muncul tentang otak kita tu sebenernya bisa diatur. Kalo kita terus-terusan mikirin hal-hal gagal kita, maka otak akan setting itu dan seterusnya kita akan selalu gagal karena yang dipikirin cuma gagalnya aja. Berbeda kalau kita setting otak kita untuk melupakan dan bodo amat sama kegagalan itu, lalu mengambil hal positive agar otak lupa kalau kita pernah gagal. Hasilnya kita akan selalu merasa berhasil dan lupa kalau pernah gagal. Bisa jadi hal ini akan mempengaruhi masa depan kita. Menarik kan?

Berangkat dari situ mulailah aku ngulik tentang ini. Dan ketemulah pembahasan tentang Deleting The Bad Data ini. Jadilah tulisan ini!

Aku juga mau bilang kalau sourcenya banyak aku nanya ke AI. Tapi terlepas dari hal itu, aku jadi menemukan banyak hal yang bisa dipelajari dan aku harap kalian yang baca juga tau maksud dari tulisan ini apa. Jadi ya gitu deh... semoga kalian enjoy dan mendapatkan sedikit hal dari tulisan ini ya. Semangat hidup lebih baik!! cheerssss


Luv XOXO,

Moy

Post a Comment

0 Comments